"dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?"
Kalimat ini saya ambil dari kitab suci al qur;an surat adz dzariat ayat 21. Allah telah memberikan potensi-potensi kepada kita semua baik potensi positiv maupun potensi negativ agar kita dapat mengelolanya .Semua sudah berpasang-pasangan agar kita dapat mengambil petunjuk dan pelajaran untuk meraih hidup bahagia.
Sebuah lampu menyala ketika aliran positiv dan negativ bersinergi sesuai kapasitasnya higga teranglah lampu itu.
Kepedihan, kegagalan,sakit,putus asa dll adalah hal-hal negativ ,namun apabila kita mensikapinya dengan lapang dada, ikhlas dan tawakal lalu mengembalikan kembali setiap urusan kepada Sang Pencipta Yang Melihat dan Yang Mengetahui segala urusan hidup kita, Maka akan menimbulkan dorongan bahkan lompatan energi yag mendatangkan energi positiv yang berkelimpahan ( Barokah).
Sejarah orang-orang yang sukses banyak berangkat dari titik negativ.Mereka bisa bangkit karena menyadari bahwa kehidupan ini hayalah sebuah permainan.Untuk apa kita larut dalam permainan.Sedih atau umimnya musibah tidak selamanya ada.begitu juga bergembira.Karena dunia adalah tempat ujian dan peringatan bukan tempat vonis akhir.
jangan mengatakan ada neraka dunia karena apabila itu terus ada dalam benak kita maka akan menjadi beban berkempanjangan.Jika ada neraka dunia artinya ada juga surga dunia? namun kenyataannya?...tetap saja semua relatif. kebahagiaan di dunia ujian, begitu juga sebaliknya.
Apabila kita mengalami musibah itu karena sebuah cara dari Tuhan agar kita mawas diri dan timbul kehendak untuk mendekat KepadaNya dengan berserah diri..Ketika menerima nikmat itupun ujian agar kita selalu menjaganya dan mawas diri mendekat kepadaNya dengan syukur. Apabila keduanya kita sikapi dengan terus mendekat dengan syukur dan berserah diri maka akan teranglah jalan. Potensi yang ada dalam diri kita akan bangkit sebagai naungan kasih sayangNya.
Berlatihlah untuk selalu berprasangka baik kepadaNya. Banyak lah bersyukur dan berterimakasih kepadaNya atas segala nikmat hidup yang telah di berikan. Berserah diri kepadaNya atas musibat dan syukuri bahwa musibat itu mendorong kita untuk ikhlas dan mendekat.
Kita akan menjadi pribadi magnet keberlimpahan.Magniet kesehatan,magnet rizki , magnet perlindungan yang terus mengalir dari TanganNya yang penuh Kasih sayang.
No comments:
Post a Comment